Skip to content

Padang berduka..

October 7, 2009

Maaf sudah lama tidak mengupdate blog ini..

Bukannya saya melupakan blog ini, tapi rutinitas disini sebagai pelajar yang sok sibuk dengan tugas-tugas dan segala tetek bengeknya dan juga karena rasa malas yang tak tertahankan ini membuat saya jadi jaranggg sekali meng-update blog ini.

Saya sedang berduka, bukan karena ada keluarga yang meninggal. Tapi karena kota kelahiran saya hancur luluh lantak karena gempa.

Ya, apakah kalian udah mendengar gempa yang baru-baru ini terjadi di Padang? Saya rasa pasti kalian sudah mendengarnya di berbagai media.

Meski saya tidak sedang di Padang saat ini. Saya  merasa sangat sedih. Melihat foto-foto padang saat ini yang diupdate teman-teman membuat hati saya terluka. Seakan-akan tidak mengenal kota yang sudah saya tinggali selama 18 tahun itu.

Apalagi berita tentang kematian teman-teman sebaya saya. Ada yang meninggal karena terhimpit dinding di depan rumah, ada pula yang meninggal di kolam renang di sebuah hotel di Padang.

Read more…

Pahlawan Devisa Indonesia

March 18, 2009

Dibawah ini adalah salah satu profile dari TKI Indonesia yang berada di Malaysia, yang nantinya akan saya update secara berkala.. Semoga.. hehehe

 

~

                Hidup sebagai sulung dari adik-adiknya membuat  Ainur Romah nekad mengadu nasib ke negeri jiran, Malaysia. Rasa tanggung jawab dan keinginan yang tulus untuk menyekolahkan kedua adiknya (14  tahun dan 12 tahun) itulah yang membuat dia yakin dan menginjakkan kaki di Malaysia meski sebelumnya dia banyak ditertawakan karena keinginannya itu, “Waktu aku memutuskan datang ke Malaysia, saat itu aku masih berumur 17 tahun. Orang-orang pada menertawakan aku. Katanya aku masih muda, mana sanggup kerja di Malaysia. Paling cuma betah 2 hari… tapi aku bisa buktikan aku punya tekad yang kuat, dan aku buktikan kalau aku mampu dan kuat disini.” katanya saat diwawancarai. Berbicara tentang pengalaman kerjanya, ia mengaku ini bukan pengalaman pertamanya bekerja di Malaysia, tepatnya Kuala Lumpur. Sebelumnya ia juga sempat bekerja di Penang selama 6 bulan. “Aku sudah 4 tahun lebih disini dan aku lebih memilih kerja di restoran seperti ini daripada kerja menjadi pembantu rumah tangga..” katanya. Menurutnya bekerja di restoran jauh lebih menyenangkan daripada menjadi pembantu rumah tangga. Ia bisa bertemu banyak orang, apalagi di tempatnya bekerja saat ini bisa dikatakan sebuah kawasan elit di Kuala Lumpur. “Kerja di restoran tidak begitu stress… Kalau ada customer yang baik, kadang mereka juga kasih tips.” Lanjutnya. Gadis kelahiran Demak 17 Mei 1987 ini mengakui ia senang bekerja di Malaysia karena ia bisa belajar bahasa inggris dan china. “Kalau aku pulang ke Indonesia, aku juga bisa ajar adikku ngomong bahasa inggris dan china walaupun sedikit…”

Read more…

Harga Ringgit dan Kondisi Cuaca Malaysia akhir-akhir ini…

February 23, 2009

Akhir-akhir ini nampaknya Malaysia kurang bersahabat..
Cuaca yang tidak menentu membuat kita gampang tertular penyakit.
2hari yang lalu KL betul-betul kering. Panas banget! T___T
Hari ini, KL diguyur hujan seharian. Tidak hanya itu, harga ringgit pun juga kurang bersahabat..
Saya memang giat memantau perkembangan harga tukar mata uang disini, maklum cara memantaunya pun juga gampang.
Ada sebuah money changer yang memang melakukan update per hari untuk nilai tukar mata uang. sangat membantu sekali… click here!
Tidak hanya itu, bila dibandingkan dengan money changer yang lain, nilai tukar di tempat ini juga sangat bersaing. Malah bisa dikatakan bagus..
Jadi, semalam 1juta rph = 304rm. Hari ini sudah turun 1rm menjadi 303. Aduhh, saya masih ingat December 2008, saat itu nilai rupiah sedang bagus-bagusnya…
1jt rph bisa dihargai 370rm. Kok bisa ya sekarang begini??!!?? Heran…!

Indonesiaku…Anak Bangsamu…

December 4, 2008

scan0003

Kira-kira begini artinya :

Hore! Tidak ada sekolah. Seorang gadis yang seharusnya bersekolah duduk di atas gerobak makanan yang dipakai ibunya untuk berjualan di sekitar Taman Monumen Nasional di Jakarta kemarin. Menurut survey yang baru-baru ini dilakukan oleh International Labour Organization (ILO) menyatakan jumlah anak-anak Indonesia yang mengalami putus sekolah sudah mencapai 4,18 persen dan berlangsung secara terus menerus dengan diiringi meningkatnya tingkat kemiskinan negara. (Malay Mail edisi 3 Desember 2008)

Membaca artikel kecil yang ditulis pada bagian bawah photo ini membuat hati saya terenyuh.. Saya teringat nasib adik-adik saya yang mengalami putus sekolah di Indonesia. Tidak hanya itu, ada perasaan malu di hati saya sebagai orang Indonesia. Saya merasa malu dengan pemerintah saya yang masih belum mampu mengentaskan masalah kemiskinan dan masalah pendidikan yang masih menjadi isu terbesar bagi negara saya sendiri, Indonesia.

                Sejak pertama kali saya datang ke Malaysia, sudah banyak orang lokal (Malaysia) yang bertanya apakah saya datang kesini dengan adanya bantuan dari pemerintah. Saya menggeleng, dan mereka pun terkejut. Lalu mereka bercerita bahwa di Malaysia, kerajaan mereka memberikan bantuan pinjaman bagi anak negeri yang ingin bersekolah bila tidak ada biaya. Bahkan, kerajaan pun membantu mereka yang bersekolah diluar Malaysia, semisalnya mereka yang ingin melanjutkan sekolah di Inggris.

                Hal ini patut ditiru oleh Indonesia. Pemerintah seharusnya memberi bantuan pinjaman kepada mereka yang memerlukan bantuan dana dalam masalah pendidikan. Bukan hanya itu, tapi pemerintah berserta penjabat-pejabat juga harus mengontrol dan mengawasi, bukan mengkorupsi..

Harga ringgit menggila…!

November 29, 2008

Gilaaa…. entah apa yang membuat harga ringgit semakin naik..! Sekarang harga ringgit sudah menggila…! RM 1 sudah hampir mencapai Rp.3400,00 Nilai rupiah semakin menurun. Kadang tidak habis pikir, kok bisa yah harga ringgit semakin naik dan harga rupiah semakin turun.. Yang jelas aku tidak ingin keadaan ini berlangsung lama. Kalau tidak mampus sudah para orangtua yang menyekolahkan anaknya disini. Harga ringgit yang semakin menggila bisa membuat siswa Indonesia yang ada di Malaysia tidak dapat melanjutkan kuliah lagi. Makanya… siapa suruh kuliah di Malaysia…! Mau bagaimana lagi, semua juga demi pendidikan yang sekarang ini mahalnya minta ampun dan membuat kepala pusing tujuh keliling memikirkan darimana datangnya uang… Mudah-mudahan keadaan ini tidak berlangsung lama, dan nilai rupiah serta Indonesia semakin baik.. Aku cinta Indonesia, Aku cinta rupiah…!!

Apakah Bus ini sama dengan Bus kota kita?

September 14, 2008

Tolong ingatkan saya untuk mengupload foto busnya

Bukan maksud untuk membanggakan negeri orang.. Tapi, Malaysia bisa dibilang cukup maju. Itu terlihat dari transportasi publik yang mereka miliki. Salah satu transportasi yang sering saya naiki adalah bus. Serunya disini, bus yang kita naiki cukup dibayar satu kali dalam sehari saja. Dengan kata lain, naik bus pertama kali kita wajib bayar, berikutnya kita tak perlu membayar lagi. Tinggal tunjuk tiket, kita bisa naik bus dan melaju kearah tujuan kita. Setiap bus memiliki kode wilayah tersendiri. Dengan kata lain, bus ini juga memiliki daerah tujuan masing-masing. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki busway. Jalur yang digunakan untuk bus ini adalah jalur yang sama yang digunakan kendaraan lain untuk melintas. Hmm… selain kita bisa berhemat, di dalam bis ini juga disediakan televisi khusus yang menyiarkan hiburan dan berbagai informasi yang menemani penumpang semasa perjalanan ke tempat pemberhentian. Foto diatas adalah contoh tiket bus yang dipakai disini. Tanggal yang tertera dalam tiket bus tsb adalah menunjukkan tanggal yang berlaku pada saat kita menaiki bus. Upps… saya belum menjelaskan apa kelemahan bus ini kan? Karena ini adalah transportasi publik yang cukup ramai dipakai orang, tak jarang kita juga harus bertindih-tindihan dengan penumpang lain yang juga ingin menaiki bus dengan tujuan yang sama. Selain itu, dikarenakan bus ini harus memutari wilayahnya, maka terkadang waktu yang dibutuhkan bus ini cukup lama, sehingga membuat kita sedikit menunggu. hehe… Bukankah demikian membuat kita harus dating lebih cepat dan berdisiplin sebelum terlambat? hehehe…

Puasa telah tibaa….

September 14, 2008

p1000198puasa di malaysiapuasa di malaysia ketika hampir berbuka

Tak terasa, sekarang sudah memasuki ambang tahun.. Begitu cepat berlalu. Tak terasa kita sudah memasuki bulan ramadhan. Jujur dan mohon maaf sebelumnya.. Karena saya bukanlah muslim, saya tidak begitu mengingat kapan puasa tiba.. Satu hari di awal puasa, saya berjalan kaki menuju halte bus pukul 7.45 pagi waktu Kuala Lumpur. Hendak berangkat ke kampus. Hari itu tampak lengang, tak seperti biasanya. Saya tidak merasakan ada keganjilan sama sekali. Sambil mengunyah-ngunyah roti yang sudah saya siapkan dari rumah, saya tetap melenggak-lenggok. Masih tidak sadar, saya akhirnya sampai di halte bus dan merasa haus. Wahh.. dengan cepat saya keluarkan botol minuman dari dalam tas yang saya jinjing. Di tempat yang sama, seorang laki-laki seakan-akan memandang heran kearah saya. “Hmm.. apa ada yang aneh yah?” saya berpikir dalam hati. Saya baru teringat kalau sekarang umat muslim sudah memulai puasanya. Meski belum sempat meneguk setetes air pun, akhirnya saya menutup botol minuman dan menyimpannya dalam tas. Begitulah cerita bagaimana saya sadar bahwa puasa sudah tiba.

Read more…