Pahlawan Devisa Indonesia
Dibawah ini adalah salah satu profile dari TKI Indonesia yang berada di Malaysia, yang nantinya akan saya update secara berkala.. Semoga.. hehehe

~
Hidup sebagai sulung dari adik-adiknya membuat Ainur Romah nekad mengadu nasib ke negeri jiran, Malaysia. Rasa tanggung jawab dan keinginan yang tulus untuk menyekolahkan kedua adiknya (14 tahun dan 12 tahun) itulah yang membuat dia yakin dan menginjakkan kaki di Malaysia meski sebelumnya dia banyak ditertawakan karena keinginannya itu, “Waktu aku memutuskan datang ke Malaysia, saat itu aku masih berumur 17 tahun. Orang-orang pada menertawakan aku. Katanya aku masih muda, mana sanggup kerja di Malaysia. Paling cuma betah 2 hari… tapi aku bisa buktikan aku punya tekad yang kuat, dan aku buktikan kalau aku mampu dan kuat disini.” katanya saat diwawancarai. Berbicara tentang pengalaman kerjanya, ia mengaku ini bukan pengalaman pertamanya bekerja di Malaysia, tepatnya Kuala Lumpur. Sebelumnya ia juga sempat bekerja di Penang selama 6 bulan. “Aku sudah 4 tahun lebih disini dan aku lebih memilih kerja di restoran seperti ini daripada kerja menjadi pembantu rumah tangga..” katanya. Menurutnya bekerja di restoran jauh lebih menyenangkan daripada menjadi pembantu rumah tangga. Ia bisa bertemu banyak orang, apalagi di tempatnya bekerja saat ini bisa dikatakan sebuah kawasan elit di Kuala Lumpur. “Kerja di restoran tidak begitu stress… Kalau ada customer yang baik, kadang mereka juga kasih tips.” Lanjutnya. Gadis kelahiran Demak 17 Mei 1987 ini mengakui ia senang bekerja di Malaysia karena ia bisa belajar bahasa inggris dan china. “Kalau aku pulang ke Indonesia, aku juga bisa ajar adikku ngomong bahasa inggris dan china walaupun sedikit…”
Berbicara tentang saat pertama kali ia datang ke Malaysia, ia mengakui dirinya menangis hampir setiap malam. “Kadang saya merasa rindu keluarga karena sebelumnya saya belum pernah tinggal jauh dari orang tua.” Dalam bekerja tidak selamanya ada rasa suka, gadis yang berasal dari Jawa Tengah ini pun tak jarang mengalami kesulitan, baik karena bos atau pun dikarenakan oleh customer yang datang. “Kalau bos saya marah, biasanya dia suka ngomel. Untungnya dia nggak main tangan sama saya.” Lanjutnya lagi. Pekerja Indonesia yang berada di Malaysia tidak sedikit jumlahnya. Tak jarang mereka juga bertemu satu sama lain disini. “Sesama pekerja disini, kami biasanya saling menghormati. Saling membantu dan menjaga satu sama lain.” Ketika ditanya tentang harapannya terhadap Indonesia dimasa yang akan datang, “Saya hanya berharap agar ekonomi Indonesia bisa pulih seperti semula. Jadi tidak banyak lagi penduduk Indonesia yang datang kemari untuk merubah nasib lagi.” Katanya sambil tersenyum.
salam kenal….
semoga saja negara kita lebih peduli lagi akan nasib para TKI di luar negeri
aduh komentarku kok gak dimasukkin,mana nih authornya,,,,wah selamat ya dapet majikan yang baik,,,fositif thinking lagi!!!!ya kan???