Puasa telah tibaa….
Tak terasa, sekarang sudah memasuki ambang tahun.. Begitu cepat berlalu. Tak terasa kita sudah memasuki bulan ramadhan. Jujur dan mohon maaf sebelumnya.. Karena saya bukanlah muslim, saya tidak begitu mengingat kapan puasa tiba.. Satu hari di awal puasa, saya berjalan kaki menuju halte bus pukul 7.45 pagi waktu Kuala Lumpur. Hendak berangkat ke kampus. Hari itu tampak lengang, tak seperti biasanya. Saya tidak merasakan ada keganjilan sama sekali. Sambil mengunyah-ngunyah roti yang sudah saya siapkan dari rumah, saya tetap melenggak-lenggok. Masih tidak sadar, saya akhirnya sampai di halte bus dan merasa haus. Wahh.. dengan cepat saya keluarkan botol minuman dari dalam tas yang saya jinjing. Di tempat yang sama, seorang laki-laki seakan-akan memandang heran kearah saya. “Hmm.. apa ada yang aneh yah?” saya berpikir dalam hati. Saya baru teringat kalau sekarang umat muslim sudah memulai puasanya. Meski belum sempat meneguk setetes air pun, akhirnya saya menutup botol minuman dan menyimpannya dalam tas. Begitulah cerita bagaimana saya sadar bahwa puasa sudah tiba.
Disini suasana puasa tidak begitu banyak perubahan yang bisa dilihat. Tidak seperti di Indonesia, disini rumah makan masih terus beroperasi seperti biasa. Menurut saya, puasa disini lebih menguji iman seorang muslim. Umat yang beragama lain pun masih tetap boleh makan di restaurant favorit mereka. Tidak ada larangan untuk membuka rumah makan pada bulan puasa, bahkan rumah makan yang berada di pinggir jalan pun masih tetap beroperasi seperti biasa.
Disamping itu, disini juga ada yang namanya Polisia Agama, yang selalu bertugas untuk memantau warga muslim. Bila saat bulan puasa begini, bila polisi agama seorang muslim yang sedang asik makan, maka polisi agama akan menghampiri warga tersebut dan menanyakan perihal kenapa orang tersebut tidak berpuasa.
Tak sampai disitu saja, menjelang berbuka puasa, banyak tampak kedai-kedai di tepi jalan yang menjajakan makanan pembuka puasa. Banyak para pembeli yang asik memborong makanan. Aihh, bila pergi ke area perdagangan ini, saya selalu ingat kampung halaman saya, Kota Padang tercinta.. dengan pulut hitam kesukaan saya, cendol delima yang saya rindukan, dan es rumput laut di jalan patimura yang menyegarkan… Fiuuhhh rindu pulang… –.–



kamu amat menghormati umat muslim lain, saya kagum pada lisia walaupun seorang non muslim tetap menjaga hubungan dengan muslim, keep on peace