Malaysia..Malaysia..Malaysia..
Sebelum membaca tulisan dibawah, saya ingin menyampaikan bahwa tulisan dibawah ini dibuat dengan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun. Kritikan dan saran saya harapkan untuk membangun.
Ada 3 ras yang mendominasi Malaysia yaitu Melayu, Cina, India. Berbeda dengan Indonesia, disini ras menjadi urusan yang sangat penting dan mungkin mempunyai pengaruh yang cukup besar. Di setiap data, kita wajib mencantumkan ras atau golongan kita. Apakah kita itu berketurunan Melayu, Cina atau India. Tak hanya itu, masing-masing ras mempunyai bahasa mereka masing-masing, terkadang hal itu bisa jadi menyulitkan mereka berkomunikasi satu sama lain. Contohnya saya mempunyai seorang teman Malaysia berketurunan Cina, dia sendiri mengakui Bahasa Malaysia (BM)-nya tidak begitu bagus. Ketika ia berkomunikasi dengan temannya dengan menggunakan BM, teman-temannya menertawakannya. Ras juga memberi pengaruh terhadap bacaan yang mereka konsumsi, contohnya orang Melayu relatif membaca koran yang berbahasa melayu, begitu pula dengan Cina dan India. Parahnya lagi, berteman dengan orang yang berbeda ras dengan kita merupakan hal yang menarik perhatian publik. Saya pernah mengalami hal ini. Waktu itu saya yang berketurunan Cina, bersama teman saya yang bisa dikatakan Melayu di Malaysia, dan seorang lagi yang berketurunan India berjalan bersama-sama. Hal itu menarik perhatian seorang bapak. Dia bertanya kepada saya “Kenapa kamu mau berteman dengan mereka?” Saya bingung. “Ya..karena mereka teman saya. Kami sama-sama orang Indonesia” Jawab saya. Bapak tersebut langsung diam dan mengangguk-anggukan kepalanya.
Selain masalah ras, di Malaysia meski tidak diperbolehkan dalam hukum, banyak terdapat pasangan yang sudah tinggal seatap tanpa ikatan pernikahan, dan sifatnya juga tidak ditutup-tutupi seperti di Indonesia. Mereka dengan jelas memperlihatkan bahkan menyatakan mereka tinggal bersama dengan pasangannya. Banyak juga pelajar-pelajar Indonesia yang menuntut ilmu disini melakukan hal yang serupa.
Merokok bisa kesehatan. Tapi jangan terkejut bila Anda melihat seorang perempuan merokok di Malaysia. Merokok adalah hal yang lazim bagi perempuan di Malaysia, tapi tidak untuk perempuan yang memakai jilbab.
Manusia dilahirkan untuk saling berpasangan dan saling melengkapi satu sama lain. Tapi bagaimana bila Anda jatuh cinta dengan orang yang sejenis dengan Anda? Maka, jangan heran bila Anda melihat sepasang perempuan saling bergandengan dan bermesraan di depan Anda. Seorang lelaki yang berdandan ala wanita atau seorang perempuan yang berpenampilan layaknya lelaki banyak kita jumpai disini. Lesbian dan gay, mereka merupakan jenis manusia yang juga adalah bagian dalam kehidupan sosial manusia. Mungkin saja itu adalah takdir mereka, tapi mungkin juga itu akibat dari salah pergaulan dan pengaruh teman. Yang pasti kita tak perlu menjauhi mereka, tapi kita juga harus berhati-hati dalam menjalani pergaulan disini.
Yang saya sukai dari Malaysia adalah transportasinya yang mudah. Kerajaan Malaysia menyediakan dan mengelola alat transportasi publik dengan baik. Disini terdapat bus yang bisa Anda gunakan untuk berpergian, saya adalah salah seorang pengguna jasa transportasi ini. Cukup membayar 1RM atau 2 RM, Anda sudah boleh menggunakan jasa bus untuk satu hari penuh. Selain bus, juga terdapat komuter, kereta listrik, dan monorail yang bisa menjadi alternatif perjalanan murah meriah.
Berjamurnya toko-toko dan restaurant di Malaysia, khususnya KL menjadi sarana yang pas bagi para pelajar untuk mencari pengalaman dan uang tambahan, dengan standard gaji 4-6RM per jam-nya.
Banyaknya pelajar yang berasal dari negara luar Malaysia membuat saya merasa kaya akan pengetahuan, kita bisa belajar banyak karakter manusia disini. Banyak suku bangsa yang terdapat disini, menyebabkan banyaknya teman dan juga pengalaman yang bisa kita raih.
Setiap tempat memiliki sisi positif dan negatifnya. Arah langkah kaki dan tujuan hidup, kitalah yang menentukan.
wah mantap bana… ancak lisia buek di insting pmails… iyo bana baru tahu cha baru….. bilo wak ka malaysia yo????
hahaha….bisuak ko ada lai nan babayo…tunggu se la..jan bosan2 baco wordpress sia ndak? hehehe
Ras juga memberi pengaruh terhadap bacaan yang mereka konsumsi, contohnya orang Melayu relatif membaca koran yang berbahasa melayu, begitu pula dengan Cina dan India. Parahnya lagi, berteman dengan orang yang berbeda ras dengan kita merupakan hal yang menarik perhatian publik. Saya pernah mengalami hal ini. Waktu itu saya yang berketurunan Cina, bersama teman saya yang bisa dikatakan Melayu di Malaysia, dan seorang lagi yang berketurunan India berjalan bersama-sama. Hal itu menarik perhatian seorang bapak. Dia bertanya kepada saya “Kenapa kamu mau berteman dengan mereka?” Saya bingung. “Ya..karena mereka teman saya. Kami sama-sama orang Indonesia” Jawab saya. Bapak tersebut langsung diam dan mengangguk-anggukan kepalanya
when did this happen to u le????
Bila ini terjadi?
dimana??
dengan siapa???
brenda…that was happen when im with my other friends la..
they re indonesian also..hehehe…
apa tuh yang babayo nyo?? ada mesumnya ?? huahahahaa tu yo bayo bana mah…
jangankan di indo, disini juga ada mesumnya, cha..hehehehe